Dari Warung Kampung Ke Toko Moderen: Perjalanan Legalitas Azmi Snack.
Setelah sekian lama berkeliling jualan sayur setiap pagi, ada satu titik di mana aku dan istri merasa... capek. Bukan cuma capek fisik, tapi juga pikiran. Rasanya kok seperti muter-muter di tempat yang sama, penghasilan sekadarnya, dan waktu dengan keluarga pun makin berkurang. Akhirnya, aku putuskan berhenti jualan sayur. Bukan untuk berhenti berjuang, tapi justru untuk fokus di satu hal yang sebenarnya sudah mulai tumbuh: keripik tempe buatan istri. Saat itu, produk ini baru dijual ke warung-warung kecil di kampung. Tapi aku punya mimpi: Bagaimana kalau keripik ini bisa masuk toko swalayan? Bisa sejajar dengan produk lain yang selama ini hanya bisa kami beli, bukan kami jual. Saat membawa keripik tempe ke toko-toko modern. Niat baik harus dimulai dengan langkah nyata. Aku mulai berkeliling lagi, tapi kali ini bukan bawa sayur—melainkan keripik tempe dalam kantong plastik transparan dengan label sederhana. Aku tawarkan ke toko-toko modern di Kebumen. Tapi jawaban mereka rata-rata sama...